Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Tuesday, July 10, 2018


Pada tingkat awal, jurus pertama yang diperkenalkan dalam Karate adalah Tsuki (pukulan). Cukup banyak jenis pukulan yang diajarkan, mulai dari pukulan lurus (choku tsuki) , Pukulan pisau tangan (Shuto Uchi), pukulan melebar U (Yama tsuki), pukulan tinju ke atas (Tate Tsuki) dan lain-lain. Jenis pukulan akan semakin bertambah banyak pada tingkatan selanjutnya. Dalam tahap pengenalan pukulan, hal pertama yang diajarkan pembimbing adalah bagaimana memukul dengan benar, dimulai dari cara menggenggam, perputaran gerakan, posisi tangan ketika memukul dan juga cara penyaluran tenaganya. Setelah bentuk dari pukulan benar maka masuk ketingkat berikutnya yaitu meningkatkan kekuatan, kecepatan serta ketepatan dalam mempergunakan pukulan dalam berjurus (KATA) maupun bertanding (KOMITE).
     Melatih pukulan sebenarnya bukan sesuatu yang sulit, karena struktur tangan yang pendek dan sendi yang sangat elastik sehingga tidak memerlukan senam khusus untuk membuat tangan menjadi lentur, hal ini sangat berbeda ketika melatih tendangan karena perlu senam khusus untuk mendapatkan kelenturan. Beberapa hal penting ketika melatih pukulan adalah menggenggamlah dengan benar, karena sering sekali hal ini kurang diperhatikan. Jika anda terbiasa mengendurkan genggangam, sehingga tenaga lebih banyak terletak di lengan maupun di tungkai tangan. Bahaya lain dari kebiasaan tidak mengggenggam dengan baik adalah ketika memukul dalam turgul akan mengalami cidera, misalnya jari keseleo atau tangan bengkak karena tidak kuat menahan benturan. Tahap kedua setelah dapat melakukan pukulan dengan benar adalah melatih kekuatan. Sebagai alat tambahan untuk menambah kekuatan pukulan bisa juga dipakai:
1.    Sandsack, berupa target yang diisi dengan bubuk kayu atau potongan karet.
2.    Beras/gabah, pasir atau bahkan pasir panas, alat ini digunakan untuk tingkat lanjutan dengan tujuan untuk memperkuat jari tangan, sehingga ketika menggunakan jurus yang memerlukan cakar, jari, tapak dan lain-lain akan tetap dahsyat hasilnya.
3.    Lilin yang juga bisa dijadikan target keberhasilan pukulan, pukullah lilin dari jarak sekitar 5 cm, apabila lilin padam maka pukulan kita sudah lumayan baik, dan untuk seterusnya tambahkan jarak pukulan dari lilin, dari 5cm, menjadi 7 cm, 10 cm dan seterusnya.
4.    Kayu/papan (Makiwara), yaitu satu papan kayu berukuran 4 x 4 inci dengan panjang 8 kaki yang ditanam ke dalam tanah kira 3 s/d 4 kaki, dengan target menggunakan bantalan jerami, atau bantalan yg diisi busa padat dan dilapisi oleh kalaf atau kulit yang tebalnya sekitar 2 inci. Catatan: Seorang pemula dalam Karate sebaiknya berlatih memukul Makiwara, dari berbagai posisi (Seiken, uraken, hiji, shuto), minimal 100 kali perhari. Setelah tiga sampai enam bulan berlatih, sebaiknya ditingkatkan sampai rata-rata 300 kali perhari dengan berbagai posisi. Jika anda terus berlatih dengan cara ini setiap hari selama setahun, anda akan cukup kuat untuk memukul jatuh siapapun dengan mudah dengansatu pukulan. Latihan ini akan mengembangkan tenaga (power), kecepatan(speed) dan kekuatan (strength); bagaimanapun, ini hanyalah salah satu metode latihan dalam Karate. Cara ini telah lama dipakai oleh para Master-master Karate terdahulut erutama oleh Master Ginchin Funakoshi pendiri aliran karate shotokan, tetapi lain halnya dengan Master Masutatsu Oyama pendiri aliran Karate Kyokushinkai ia merasa latihan dengan menggunakan Makiwara adalah bukan suatu cara metoda latihan yang terbaik. Berikut adalah kutipan dari pernyataan Oyama dalam bukunya “ what is karate” terbitan tahun 1963:” Saya telah melakukan metode ini (memukul makiwara) untuk melatih kepalan tangan saya selama 20 tahun, memukul rata-rata300 kali perhari. Sebelumnya saya merasa sangat bangga dengan ukuran dan kekerasan dari ‚kapalan2’ yg terbentuk di kepalan saya, apalagi kapalan2 itudapat dipukul dengan palu tanpa saya merasa sakit. Ini adalah fakta bahwa, pukulan dari kepalan tangan saya sangatlah kuat sekali. Saya mengikuti metode2 tersebut karena „Master Karate“ terdahulu, berlatih dengan cara tersebut. Akhir2 ini, bagaimanapun, saya mulai percaya bahwa metode ini bukanlah yang terbaik, dan sebetulnya terbukti menghasilkan tenaga yang lebih sedikit dibandingkan metode2 lain. Saya percaya bahwa saya dapat menjadi seseorang yg jauh lebih kuat dari sekarang ini apabila saya mengadopsi metode2 yang lebih masuk akal dalam latihan. Sungguh, latihan memukul Makiwara berguna untuk memperkuat pergelangan dan kepalan; bagaimanapun, saya telah menemukan bahwa latihan dengan memukul sesuatu yang keras akan memperlambat pengembangan kecepatan. Saya tergerak untuk mengembangkan suatu metode latihan baru dimana bukannya Makiwara, melainkan sebuah spon tebal yang digunakan. Training dengan spon tidak hanya mengembangkan kekuatan pergelangan, tapi kecepatan akan meningkat pula. Metode yang sama dapat digunakan juga untuk latihan Tendangan. Cara lain untuk meningkatkan kecepatan adalah menusuk dan memukul dengan kepal tangan pada selembar kertas yang tergantung. Manfaat dari metode ini akan ditunjukkan lewat contoh berikut. Saya memilih dua orang murid, dan meminta salah satunya untuk berlatih dengan kertas yang digantung. Sementara murid lainnya berlatih dengan Makiwara dengan cara yang biasa. Setahun kemudian, saya membandingkan mereka. Murid yang berlatih dengan Makiwara, memang, nampak terlihat sebagai seorang Karateka sejati, dengan kapalan di kepalannya. Namun, dalam percobaan memecahkan genteng, batu dan papan, keduanya sama kuat. Keduanya berhasil memecahkan sepuluh buah genteng, batu dan papan dengan ketebalan yang sama. Dalam pandangan saya, murid yang berlatih dengan memukul kertas jauh lebih gesit dalam pergerakannya (body movement), dan tangannya lebih cepat, mengungguli murid yang satunya. Diantara banyak orang yang berlatih karate, beberapa menganggap dirinya sebagai Karateka papan atas, hanya karena mereka mempunyai kepal tangan yang ada kapalannya, hasil latihan dengan Makiwara. Mereka bangga pada kekerasan kepalannya dan berusaha mengatur-atur yg lain dalam ber-Karate. Sedihnya, saya menemukan orang-orang tersebut, khususnya di Amerika.”
5. Kertas yang digantung seperti yang dilakukan Master Masutatsu Oyama di atas.

Tahapan ketiga adalah melatih kecepatan, dalam tahap ini biasakan melatih pukulan dengan cara beruntun, dimulai dari dua kali beruntun , tiga kali dan semakin lama semakin banyak pukulan beruntun. Dalam tahap ini juga sudah mengkombinasikan sasaran pukulan maupun jenis pukulan, sasaran bawah tengah atas dan jenis pukulan lurus. Dengan cara melatih kecepatan dan variasi pukulan seperti ini maka lawan sulit untuk menghindar atau menangkis pukulan kita. Cara sederhana untuk melatih kecepatan pukulan adalah dengan cara push-up dengan genggaman di samping badan bukan di depan pundak, push up ini harus dilakukan dengan agak cepat layaknya melakukan pukulan pada posisi yang benar. Sebagai tambahan dan bisa juga dijadikan target keberhasilan pukulan, pukulah lilin dari jarak sekitar 5 cm, apabila lilin padam maka pukulan kita menjadi sudah lumayan baik, dan untuk seterusnya tambahkan jarak pukulan dari lilin, dari 5 cm, 7 cm, 10 cm dan seterusnya.



Tekhnologi Motivasi & Tekhnologi Prestasi Berbasis Latihan Karate

Salam ........

Tekhnologi bukan hanya pada alat tapi sebuah system atau proses pencapaian.

Latar Belakang

Kita sering menghadapi mental putra/i kita yang beraneka ragam, seperti: nakal, penakut, malas, pemarah dsbnya.
Masalah mental pribadi manusia di Indonesia bukan lagi masalah kecil yang ada dalam setiap keluarga tapi adalah PR terbesar dengan skala NASIONAL. Karena penyakit korupsi sudah sangat luas penyebarannya di negeri ini. Sebuah WABAH NASIONAL. Institusi pendidikan maupun agama di ranah ini seolah "MANDUL".... http://forum.tabloidnova.com/images/smilies/confused.gifhttp://forum.tabloidnova.com/images/smilies/confused.gif

Diperlukan sebuah metode "GERAKAN BUDAYA UNGGUL" (GBU).http://forum.tabloidnova.com/images/smilies/rolleyes.gif
Gerakan yang efektif dan taktis untuk memangkas kemerosotan moral dan mental bangsa dengan pendekatan BUDAYA.

Kami dari Dojo RAJAWALI menawarkan sebuah konsep Innovasi pendidikan mental dan moral berbasis LATIHAN KARATE.

Beberapa pertanyaan mungkin langsung terlintas di kepala kita masing - masing, seperti:
1         1. Koq Karate untuk pendidikan moral dan mental?
2         2. Nanti malah pukul - pukulan atau tawuran?
3. Karate bukannya Budaya Jepang?
4. Dsbnya kan?


Sekilas tentang KARATE – DO

Karate-do berasal dari kata: kara yang berarti "kosong"; te yang berarti "tangan"; dan do yang berarti "jalan hidup".
Sehingga secara umum karate-do adalah "Jalan Hidup Tangan Kosong".

Apakah yang dimaksud dengan "Jalan Hidup Tangan Kosong" ini?
Maksudnya adalah: Bukan hanya berarti kaki dan tangan digunakan sebagai senjata tetapi juga bisa berarti: "Semua solusi dalam permasalahan yang kita hadapi harus dikosongkan dari kecurangan, keangkuhan, ketamak-an, kedengki-an dan semua sifat buruk yang mungkin kita miliki sebagai manusia pada umumnya".

Latihan Karate yang kami lakukan bukan mengajarkan untuk melawan orang lain karena bisa jadi penyebaran karate tidak akan pernah sampai ke Indonesia yang memiliki budaya saling mengasihi kepada sesama manusia dalam implentasi perdamaian dunia yang abadi (Cita - cita pada Pembukaan UUD '45).


Dalam Latihan Karate yang kami lakukan dalam waktu puluhan tahun di Indonesia, tetap berbasis pada budaya Indonesia yang MURNI & KONSEKWEN.

Seperti termaktub dalam JANJI KARATE yang Kami lakukan (Sebuah Metode INDOKTRINISASI dan Sebuah Tekhnologi Motivasi) :
Sangup Menyempurnakan Kepribadian; (Kepribadian yang berlandaskan pada PANCASILA & UUD '45 yang MURNI & KONSEKWEN).
Sanggup Patuh Pada Jalan Yang Benar; (Jalan Yang Benar yang selalu diamanah oleh semua agama di INDONESIA)
Sanggup Meningkatkan Daya Juang; (Haram hukumnya PUTUS ASA)
Sanggup Menjaga Sopan Santun; (Sopan santun adalah KEHORMATAN yang harus selalu dilestarikan dan dijaga selamanya, walau pada "SIAPAPUN YANG MEMBENCI KITA" sekalipun karena bisa jadi DIA akan memberikan "pelajaran" yang takkan pernah kita dapatkan dari GURU manapun di dunia ini)
Sanggup Mengendalikan Diri : (Mengendalikan diri sesuai fungsinya sebagai MANUSIA SEJATI yang memiliki KESEMPURNAAN dari semua MAKHLUK ciptaan NYA)
 

ROH dalam Latihan Karate, Kami sebut dengan BuShiDo. BuShiDo berasal dari kata: Bu yang berarti "Ksatria"; Shi yang berarti "Laki-laki"; dan Do yang berarti "jalan hidup"Sehingga secara umum BuShiDo adalah "Jalan Hidup Laki - laki Ksatria".

Jalan Hidup Laki2 Ksatria adalah: "Selalu terilhami oleh pesan bijak ini, Kekerasan adalah Pilihan Terakhir setelah Akal Sehat Tidak Menghasilkan Apa - apa Lagi". Seorang Laki2 Ksatria yang mematri pesan ini, SUDAH PASTI tidak akan memilih KEKERASAN (Represif) dalam menyelesaikan semua permasalahan hidup yang dihadapinya karena Laki - Laki Ksatria diberikan KESEMPURNAAN oleh TUHAN dalam masalah AKAL.

Dalam Latihan Karate yang kami lakukan, kami selalu melatih baik pribadi pelatih maupun siswanya untuk terus menggrounded (mengosongkan) semua sifat2 buruk yang mungkin dimiliki oleh setiap manusia biasa dengan latihan fisik dari tahapan intensitas sangat rendah, rendah, Sedang, Tinggi sampai intensitas sangat tinggi untuk menuju ke TAK BERHINGGAAN.

Fase ke TAK BERHINGGAAN hanya bisa dijajaki oleh insan yang BENAR2 telah mengosongkan SIFAT BURUKnya (MALAS, TAKUT, DENGKI, TIDAK JUJUR, TAMAK, ANGKUH, Dsbnya).

Dalam Latihan Karate kami memakai Pengetahuan (Science) FISIKA TERAPAN dengan system yang kami sebut KIME'.
KIME' adalah sinergi system dari: Bentuk, Jangkauan Maksimal, FULL POWER, FULL SPEED, FOKUS, dan TIMING.
Operator dari KIME' ini kami sebut dengan TANDEN.
TANDEN adalah titik pusat ENERGI dari semua manusia dan juga titik lemah setiap manusia.

Jika kita bisa mengoperasikan TANDEN ini maka KIME' akan berjalan sesuai fungsinya. Output dari KIME' ini dalam Karate adalah ONE BLOW DEATH, sehingga semua karateka harus sangat bijak dan arif dalam menggunakannya bahkan HARAM melakukan PENYERANGAN termasuk menendang kepada lawannya kecuali dalam pertandingan2 karate yang banyak kita saksikan. Karena pertandingan karate yang ada adalah murni SPORT dan Prestasi.

Output dari KIME' ini dalam dunia sekolah anak maupun dalam dunia profesi adalah PUNCAK - PUNCAK PRESTASI. KIME' adalah Tekhnologi Prestasi dalam KARATE-DO.

Selamat Mencoba....

Dan Kami menerima sharing tanya jawab dan diskusi dalam Forum ini...

Terimakasih...
Wassalam...

Ilham, DAN II AMURA Karate-do Indonesia (AKSI)
Dojo Rajawali,



6 CARA MENGATASI GROGI, KAKU, TAKUT, GUGUP (NERVOUS)

1.    Melakukan Persiapan
Jelas melakukan persiapan itu penting. Bila Anda akan melakukan presentasi, pelajari catatan dan apa yang akan dikatakan sebelum naik ke panggung. Jika Anda akan mengadakan kencan, coba pikirkan beberapa topik menarik untuk membuat percakapan menjadi akrab dan hangat.

2.    Tanyakan: Apa Kemungkinan Buruk Yang Bisa Terjadi?
Hal buruk apa yang bisa terjadi? Bagaimana hal ini akan berpengaruh dalam jangka panjang? Kemungkinan terburuk kadang tidak seburuk yang dibayangkan. Ajukan pertanyaan sederhana dan letakkan segala sesuatu pada perspektif yang benar sehingga membuat perasaan tenang.

3.    Pernafasan Perut
Pernapasan perut adalah cara mengatasi grogi di depan umum yang paling nyaman. Hanya mengambil nafas dan mengeluarkannya selama kurang lebih 5 menit bisa mengubah perasaan Anda dengan cepat. Caranya adalah dengan meletakkan tangan di atas perut kemudian bernafas dalam-dalam melalui hidung. Jika Anda melakukannya dengan benar, akan terasa di tangan Anda. Tarik nafas dan keluarkan sebanyak 30 kali dengan lambat dan dalam.

4.    Visualisasikan Dengan Cara Yang Positif
Sebagian besar waktu dihabiskan dengan membayangkan hal buruk yang mungkin saja terjadi. Hal ini tentu bukan cara menghilangkan rasa grogi yang benar, justru membuat kegelisahan dan ketakutan. Jika Anda berpikir akan gagal, maka Anda akan membuat diri sendiri sulit untuk berhasil.

5.    Berlatih, Berlatih, Berlatih
Semakin sering Anda berlatih dan menempatkan diri pada situasi yang menegangkan, Anda semakin menjadi percaya diri. Anda sudah pernah berada pada situasi tersebut, Anda cukup tahu apa yang akan terjadi.

6.    Fokus Pada Apa Yang Terjadi Saat Ini
Hal ini berkaitan dengan pernapasan perut, Saat mengambil nafas, rasakan apa yang terjadi sekarang, hanya saat itu juga, proyeksikan diri Anda pada apa yang akan terjadi saat ini. Grogi berasal dari proyeksi negatif tentang apa yang akan terjadi nanti.

Ketika Anda berhasil mengatasi grogi, akan terasa seperti telah dilahirkan kembali sebagai manusia. Saat mengingat kembali cara menghilangkan rasa grogi tadi dan berhasil melaluinya, Anda akan merasa bangga pada diri sendiri juga bahagia karena telah berhasil melakukan hal besar.





4 PRINSIP (P3K) MENGATASI CIDERA OLAHRAGA

Jika terjadi Cidera Olahraga pada saat Latihan Olahraga, lakukan tindakan P3K yang disebut Prinsip RICE :
1. R = Rest = Istrahat 
    Istrahatkan bagian tubuh yang cidera dari aktivitas.
2. I = Ice = Es/Dinginkan.
    Kompres bagian tubuh yang cidera dengan es batu selama kurang lebih 10-20 menit.            Sangat berguna untuk mengurangi rasa sakit dan menormalkan kembali pembuluh darah yang rusak.
3. C = Compression = Pemijatan.
    Pijatlah bagian tubuh yang cidera (setelah > 24 jam), yang berguna untuk menormalkan         kembali jaringan otot yang berkonstraksi (membengkak).
4. E = Elevation = Peninggian.
    Letakan jaringan tubuh yang cidera (pada waktu tidur) lebih tinggi dari permukaan                  jantung, hal ini berguna untuk melancarkan peredaran darah.

Semoga berguna.



    Latihan Kecepatan untuk Kumite
 
Membaca suatu artikel tentang beladiri Taekwondo, saya jadi terinspirasi untuk menulis sabagai bahan untuk memperkaya dan menyempurnakan pengetahuan tentang latihan beladiri khususnya Karate. Barangkali dengan tulisan saya ini akan membantu menambah wawasan para karateka tentang gaya latihan fisik mereka, sehingga tehnik dan kekuatan fisiknya akan lebih baik.
Dalam rangka menyiapkan diri anda untuk pertandingan yang akan berlangsung 8 minggu, hal2 apa saja yang ingin anda lakukan untuk mempersiapkan diri? Apakah anda akan melakukan:
1. Lari jarak pendek 1 - 2 km
2. Lari jarak menengah 3 - 5 km
3. Lari jarak jauh 6 - 10 km
4. Sprint 50 - 100 meter

Sebelum anda mengetahui jawaban mana yang benar ada baiknya anda memahami hal2 yang penting dalam dulu tubuh anda. Tubuh kita terdiri dari dua serat otot yaitu otot merah dan otot putih. Serat otot merah adalah serat otot yang bekerja dengan lambat namun lebih tahan lama atau yang lebih dikenal dengan “sentakan lambat”. Sedangkan serat otot Putih adalah serat otot yang bekerja dengan cepat dan meledak-ledak yang dikenal dengan “sentakan cepat”.
Setiap orang mempunyai komposisi yang berbeda antara otot putih dan otot merah, atau dengan kata lain seseorang mungkin ada yang memiliki serat otot Putih lebih banyak dibandingkan dengan otot merah, tapi yang lainnya ada yang memiliki serat otot putih yang lebih sedikit dibandingkan otot merahnya.
Atlit olympiade yang lari pada jarak pendek seperti 100m/400m mempunyai sejumlah besar otot putih. Sedangkan pelari marathon dan pelari jarak jauh seperti 1600m mempunyai sejumlah besar otot merah. Jika kita tukar antara si pelari jarak jauh dengan jarak pendek, maka pelari jarak pendek akan mudah kelelahan di marathon dan pelari marathon akan sangat lambat larinya di jarak 100m.
Bial anda sudah mempunyai komposisi serat otot putih maupun merah yang mungkin tidak sesuai dengan harapan anda tidak apa2. Itu karunia dari Sang Maha Pencipta, nikmatilah! Tapi berita baiknya serat2 otot tersebut bisa dilatih.
Kemudian yang perlu anda pahami adalah bahwa Karate adalah olahraga yang cepat dan meledak-ledak. Poin akan anda dapatkan saat anda menyerang cukup cepat untuk mengenai sasaran sebelum lawan anda dapat menghindar. Akan menjadi sulit jika anda bergerak dengan lambat.
Jika anda memilih jawaban no. 3 adalah artinya anda berlatih gerakan yang lambat untuk
Mempertahankan pada waktu yang lama, sedangkan dalam pertandingan waktunya Cuma 3-4 menit per ronde (bukan waktu yang lama).
Jika anda memilih jawaban no. 2, maka anda masih melatih otot merah anda. Jarak 3-5 km adalah jarak untuk daya tahan bukan untuk ledakan.
Jika anda memilih jawaban no. 1, anda masih benar tapi masih kurang masalahnya saat anda berlari 1-2 km, potensi otot putih belum digunakan dengan maksimal. Coba pikir seperti ini, kita ambil rata-rata, biasanya seorang Karateka bisa berlari dengan jarak ini sekitar 5-6 menit. Masih saja, ini masih kurang tepat karena dalam pertandingan karate, anda memerlukan ledakan yang besar namun dalam waktu yang pendek.
Jika anda memilih jawaban no.4 maka itu suatu jawaban yang tepat karena dalam sebuah lari sprint yang maksimal membuat otot anda bekerja dengan kemampuan yang sama dengan saat pertandingan Karate. Sekarang mungkin anda bertanya, "tapi hanya dibutuhhkan waktu 13 detik untuk berlari sprint 100 meter, dan pertandingan Karate berlangsung 3 menit." Jadi halini kenapa anda akan beristirahat selama 15 detik kemudian berlari sprint lagi 100m. Lanjutkan dengan pola seperi ini sampai waktu 3 menit. maka anda akan terbiasa dengan waktu pertandingan Taekwondo sekitar 2-3 menit dengan waktu istirahat 1 menit.

Pola berulang ini sprint-istirahat-sprint-istirahat dst. sangat mirip dengan pertandingan Karate. Kebanyakan pertandingan ada saat yang meledak-ledak yakni sekitar 13 detik. Kemudian biasanya ada waktu seseorang akan tidak melakukan serangan dan hanya berputar-putar sekitar lapangan sebelum kemudian melakukan ledakan lagi.
Begitulah persiapan fisik untuk pertandingan, tapi menurut pendapat penulis lari jarak jauh juga tidak boleh diabaikan, karena dengan berlari jarak jauh tubuh kita akan menjadi siap atau tidak kaget dalam melakukan latihan sprint, sehingga sprint kita bisa mencapai tingkat yang maksimal. Lari jarak jauh juga berguna untuk meningkatkan ketahanan tubuh kita dalam bertarung jika dalam pertarungan yang sebenarnya, seumpama kita sedang melawan satu orang atau dikeroyok tiga orang, maka kita dituntut untuk mempunyai ketahanan fisik yang lama, karena dalam pertarungan yang sebenarnya tidak mengenal waktu, jadi siapa yang paling tahan itu adalah yang menang.

Sumber: www.SucceedinMartialArts.com


Melatih Power Tendangan
 i
Umumnya dalam semua beladiri cara yang simple untuk melatih power tendangan adalah dengan menggunakan media samsak. Menendang samsak  secara terus-menerus sampai goyangan samsak semakin jauh. Karena latihan itu perlu proses dan diulang terus menerus agar otot terbentuk dan terbiasa untuk menggunakan sebuah teknik.
Untuk meningkatkan power kaki bisa melakukan threatment-threatment latihan seperti, jumping drill :
a.      lari-lari kaki diangkat sampai dada,
b.     melakukan squat (Jongkok-berdiri, jongkok-tendang-berdiri), cara ini paling powerfull untuk melatih power kaki. Tapi jangan terlalu berlebihan dalam atihan squat karena akibatnya bisa hernis (turun berok).
c.     Banyak-banyak latihan mengulang suatu teknik tendangan sampai terbiasa,
d.  Menahan posisi tenadangan, misal side kick (yeop chagi dalam istilah taekwondo) setelah kaki lurus kemudian ditahan selama mungkin untuk melatih otot.
e.     Joging yang rutin.

Selain power, kelenturan kaki juga sangat mendukung untuk menunjang power tendangan. Beberapa Threatment yang bisa dilakukan untuk melatih kelenturan kaki :

a.       Cium lutut dalam posisi berdiri maupun duduk, posisi kaki tetap lurus.
b.      Posisi duduk, lurus kaki kanan-lipat kaki kiri kesamping kemudian cium lutut kan lalu ganti cium lutut kiri. Begitu seterus nya secara bergantian.
c.       Dengan melakukan latihan split, untuk latihan split jangan terlalu dipaksakan langsung dibuka lebar. Pelan-pelan dibuka sedikit demi sedikit. Split bergantian dari posisi kanan-kiri-tengah (diayun sedikit demi sedikit) kemudian tahan dalam posisi serendah mungkin sambil mencium lutut. Jangan sekali-kali langsung split lurus (dipaksa) kecuali memang sudah bisa split.
d.      Mengayun kaki lurus keatas sampai menyentuh dada.

Review dari beberapa taknik tendangan yang saya pernah lihat :

a.  Masalah power, kick boxing sangat powerfull for 1 hit break (misal matahin kaki / rusuk)
b.  Taekwondo sangat cepat dan fluid,  kaki bisa ke badan, muka,  tendangan bisa dari berbagai arah kiri-atas-kanan-bawah. Power juga tidak kalah dibandingkan kick boxing. Power tendangan dalam teknik taekwondo berasal dari moment akibat ‘Snap” spedd tendangan itu sendiri. Hukum moment dalam fisika “semakin sedikit waktu yang digunakan untuk menyentuh suatu obyek maka moment tenaga yang ditimbulkan akan semakin besar”.
c.  Karate, akurasi dan stabil. Bisa converting form tendangan terus ke pukulan atau dari pukulan ke tendangan dengan sangat cepat dan stabil.
Dalam suatu teknik tendangan yang terpenting adalah FORM/BENTUK yang benar. Tanpa Bentuk yang benar tendangan yang dihasilkan tidak akan maksimal. Bisa jadi malah kaki anda merasa sakit akibat bentuk yang salah akibat otot terpelintir, dsb.
Selain berlatih menggunakan samsak dan threatment-threatment diatas (sebagai seorang taekwondoin) cara berlatih yang pernah saya laukakan adalah dengan menggunakan “karet Ban dalam”. Karet ban tersebut didikatkan ke pohon atau tiang ujungnya diikatkan ke pergelangan kaki. Cara ini bisa melatih Form, speed, maupun Power tendangan.


Arti dari Istilah Panggilan Untuk Senpai, Sensei dan Shihan

1.     Senpai , berarti senior dalam bahasa Jepang.Umumnya digunakan para Kohai
untuk memanggil mereka yang memiliki jabatan sebagai asisten pelatih/pelatih
biasa dengan kualifikasi Kyu 3 ~ Dan 3.

2.     Sensei , berarti guru dalam bahasa Jepang. Umumnya dengan kualifikasi Dan
IV ~ V atau pelatih kepala.

3.     Renshi , berarti guru ahli / utama dalam bahasa Jepang. Umumnya Dengan
kualifikasi Dan VI ~ VIII.Istilah lain adalah Dai Sensei atau Kyoshi.

4.     Shihan , berarti guru besar / mahaguru dalam bahasa Jepang. Umumnya
dengan kualifikasi Dan IX ~ X . Istilah lain adalah Hanshi.


5.     Beberapa varian lain untuk pemimpin tertinggi perguruan dalam seni beladiri
Jepang adalah : Menkyo, Kaiden, Osho, Soke, Doshu, Taisho, Sosho,
O Sensei, Kaiso, Shodai, Kaicho, Kancho, Meijin.

LATIHAN KARATE YANG NYAMAN

Kita tentu sudah paham bahwa cabang bela diri karate, sarat dengan kontak fisik dan bisa diandalkan untuk pertahanan diri. Dan, biasanya kita berlatih karate di sebuah dojo. Tapi kini Anda juga bisa latihan karate di gym. Dan ternyata lebih banyak manfaat yang bisa Anda petik. Mau tahu? Simak terus laporan tim FITNESS yang mencoba ikut kelas karate di gym.

Satu lagi ilmu bela diri yang bisa Anda pelajari sambil ngegym adalah karate. Teknik bela diri Karate Kyokushin ini dimodifikasi sehingga performanya lebih menarik dan dapat dilakukan dalam sebuah group training di gym. Awalnya kami pikir latihan karate di gym hanya sebuah pengembangan aerobik yang menggunakan gerakan karate. Ternyata latihan bersama dengan sensei Danny, di kelas karate ini tak jauh berbeda jika berlatih karate di sebuah dojo khusus. Sedikit yang membedakan tentu saja kemasan dan latihannya yang semikarate dan semi aerobik.

Berlatih karate di sini lebih difokuskan kepada penguasaan teknik cara memukul, menendang dan menangkis dengan benar. Tentu saja latihan karate yang sarat akan kontak fisik tak akan Anda temui di sini. "Latihan karate di gym, tentu saja tak ada body contact, karena kita fokus pada proses pembakaran kalori bagi para member. Walaupun tidak tertutup kemungkinan bila ingin lebih serius berlatih, intensitas latihan bisa ditingkatkan lagi," tambah Danny.

Bakar 1000 Kalori


Kami pun memulai kelas karate. Latihan selama 90 menit itu dimulai dengan sesi pemanasan yakni melakukan pukulan, tangkisan dan tendangan dalam posisi kuda-kuda yang benar atau biasa disebut kihon, dasar karate. Pemanasan ini juga sekaligus menjadi awal pengenalan teknik pukulan, tangkisan, dan tendangan secara benar. "Kita ingin setiap gerakan nantinya akan penuh power, tidak sekedar asal memukul atau menendang tanpa tenaga. Jadi, lengan dan kaki harus kuat, agar otot-otot juga bekerja hingga terjadi pembakaran lemak," kata Danny. Usai berlatih memukul, menangkis dan menendang, Sensei pun memandu sesi pelenturan tubuh ringan agar mencegah risiko cedera saat bergerak.


Lalu kami pun diminta mempraktekkan ido geiko; teknik dasar gerakan melangkah dengan kata; gerakan atau jurus karate terangkai dengan memadukan teknik kombinasi pukulan, tangkisan dan tendangan secara dinamis. Memang pada awalnya bagi pemula, latihan kombinasi ini cukup menantang. Namun jika Anda sudah mengenal posisi kuda-kuda, serta cara melangkah sambil memukul, akan mudah melakukan variasi gerakan tersebut. Selesai ido geiko dan kata, latihan dilanjutkan dengan menggunakan samsak secara berpasangan.


Meski baru pertama kali berlatih, Anda harus siap menjadi sasaran target serangan dengan menggunakan samsak. Ini dilakukan untuk membiasakan diri jika Anda menghadapi serangan lawan. Secara bergantian Anda akan dilatih serangan tunggal selama beberapa menit dengan menggunakan timer sehingga harus cepat dan akurat saat menyerang. Setelah berlatih serangan tunggal secara bergantian, latihan terus dilanjutkan nonstop dengan melatih serangan kombinasi ke sasaran, juga secara bergantian. Melakukan serangan secara cepat dan bertenaga sangat menguras tenaga, apalagi otot tangan dan kaki tak pernah berhenti bergerak sepanjang latihan. Jadi tak heran kalau menurut Sensi Danny, latihan ini mampu bakar 1000 kalori.

Harmonisasi Tubuh

"Selain menempa kekuatan fisik, karate juga memberi keseimbangan dengan melatih pernapasan secara teratur," ungkap Danny. Latihan pernapasan ini dipergunakan untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh. Saat bergerak untuk menyerang atau bertahan, tubuh harus tetap seimbang. Seluruh gerakan tubuh menjadi dinamis dengan cara berlatih kata. Gerakan dasar karate tidak lepas dari paduan antara pukulan, tendangan, tangkisan, kuda-kuda dan bentuk serta posisi tubuh dalam satu paduan. Ini yang membuat energi dalam tubuh makin meningkat. Menurut Danny, selain berfungsi menjaga kesehatan, mempertahankan diri, karate juga memiliki nilai-nilai positif yang bisa diaplikasikan dalam hidup sehari-hari.


"Kekuatan bela diri terletak pada cara kita menjaga sikap dan bersikap di keseharian kita. Tubuh terlatih untuk rendah hati, waspada, sigap saat bertindak dan selalu berpikir positif." bagi member yang ingin berlatih serius selain di gym nantinya mereka bisa mengikuti pelatihan di dojo karate, dan tiap 4 bulan sekali akan ada kenaikan tingkat. "Buat latihan fisik yang lebih serius, biasanya cukup penambahan push-up, squat, dan sit up untuk mendongkrak stamina," kata Danny. Serunya lagi kelas karate ini juga terbuka untuk buah hati Anda. Jadi, si kecil juga bisa ikut lho! So, tunggu apalagi? (Fitness/wsw)


Source: Fitness Magazine, Edisi Januari 2011, Halaman 60